Kenapa kamu tertarik dengan dia, bukan yang lain aja?






Apakah kamu pernah memikirkan kenapa kamu tertarik pada beberapa orang tapi tidak pada yang lainnya? Atau misalnya kamu memperhatikan saat berdua dengan orang yang kamu sayangi, Let’s say pacar atau gebetan kamu (atau mantan kamu wkwk). Apa yang membuat perasaanmu bahagia? Tentu saja kamu punya banyak alasan. Dia baik, perhatian, good looking, nyambung, dewasa, romantis, nyaman, tajir dan beberapa alasan biasa lainnya. Sekarang coba kamu ingat-ingat lagi, apa yang men-trigger perasaan tertarikmu pada dia saat kalian berkenalan atau awal bertemu? Apakah kesan pertama yang timbul karena penampilan dan cara dia bicara? Yakin?
Dr. Michele Kerulis, menjelaskan fenomena ketetarikan seseorang dari sudut ilmu psikologi.


Berawal dari pengalaman


Perasaan tertarik biasanya dibentuk dari pengalaman hidup kita, dari masa kecil. Artinya, kamu melihat pengalamanmu saat kecil dan orang-orang disekitarmu waktu itu, kemudian kamu dapat menilai tipikal orang seperti apa yang membuat kamu tertarik.

“Melihat kembali tipikal orang disekitar kita yang membuat kita merasa nyaman, akan membuat kita cenderung merasa tertarik dengan orang yang melakukan hal yang sama.” Dr. Kerulis menjelaskan.


Tentu saja, anggapan ini bisa sewaktu-waktu berubah seiring dengan perubahan waktu.
“Hal ini dapat berubah saat sudah dewasa, jadi kepada siapa kamu tertarik pada usia 20 akan berbeda saat kamu berusia 30, 40, dan seterusnya.” Kata Dr. Kerulis.
 

Personalitas dan Kharisma
Karakteristik fisik dapat menjadi faktor ketertarikan, tapi bukan faktor mutlak. Personalitas dan kharisma juga faktor yang penting. Jika seseorang mempunyai kepribadian yang kuat, banyak orang akan tertarik padanya. “Jika kita melihat seseorang lalu kita seperti memiliki perasaan seksual romantic atau perasaan lain yang timbul karena kehadiran orang itu, itulah charisma.” 


Tertarik itu subjektif
Ketertarikan yang bekerja setiap orang, bisa berbeda dengan yang lain. Beberapa orang tertarik pada orang yang memiliki banyak perbedaan darinya supaya dapat saling melengkapi. Tapi beberapa orang justru lebih cenderung memilih orang yang memiliki banyak kesamaan. Pada beberapa kasus, hal seperti ini sangat normal terjadi karena pengaruh pengalaman, pandangan hidup dan budaya yang tumbuh. Jika kamu lebih memilih seseorang yang sangat berbeda denganmu, yang mendorongmu mencoba hal baru, bagus. Jika kamu lebih nyaman dengan orang yang memiliki kesamaan denganmu, juga bagus. Attraction is super subjective.
 


Your Maturity Level is a Huge Factor
Tingkat kedewasaanmu memainkan peran yang besar dalam urusan ketertarikan. Semakin dewasa kamu, semakin kamu bisa memahami dirimu dan memahami kebutuhan dirimu yang bisa kamu dapatkan dari seseorang.


“Kamu mungkin merasakan dulu ketika tertarik dengan seseorang karena faktor tampilan dan mengesampingkan faktor internal seperti somebody’s values, pemikirannya atau cara dia memperlakukan orang lain. Namun, semakin tambah dewasa, seseorang akan melihat lebih dari hanya tampilan luar atau ketertarikan seksual. Memahami diri sendiri dapat membantu menentukan tipikal orang seperti apa yang kita butuhkan.” Dr. Kerulis menjelaskan.

Yang harus digaris-bawahi adalah ketertarikan bukan menjadi satu-satunya faktor dalam suatu hubungan. Hanya karena kamu tertarik dengan seseorang bukan berarti dia baik untukmu.

“Ada sebuah ilusi tentang perfect situation, bahwa orang-orang harus memahami ketika tertarik dengan orang tertentu, tapi tidak dibarengi dengan saling menghargai, memahami dan deeper connection, maka tidak akan menjadi hubungan yang sehat.” Kata Dr. Kerulis.  



Oiyaa, penulis tambahkan satu lagi, komitmen ^_^



Reference : www.elitedaily.com   

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa kamu tertarik dengan dia, bukan yang lain aja?"

Posting Komentar