RESEARCH CENTER SCHOOL: SOLUSI MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MELALUI OPTIMALISASI SUMBER DAYA MANUSIA DI KAWASAN TIMUR INDONESIA GUNA MENDUKUNG NAWACITA

Oleh: Tadjus Sobirin, Nur Fatimah & Kartika Ningrum (Peneliti Gradasi Untidar)




Kawasan Timur Indonesia merupakan wilayah yang terbentang dari pulau Bali sampai Pulau Papua. Kawsan tersebut meliputi pulau Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan bagian timur, dan Papua. Kawasan Indonesia Timur menjadi kawasan yang potensial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor komoditas Indonesia banyak terletak di kawasan tersebut.

Komoditas yang terdapat di sana di antaranya adalah Papua sebagai penghasil minyak bumi terbanyak di Indonesia yang mampu menghasilkan 14.812 barrel per hari. Sulawesi menjadi daerah penghasil Nikel terbesar di Indonesia. Nusa Tenggara Timur, memiliki cagar budaya dan kelestarian alam yang berpotensi sebagai sektor pariwisata unggulan Indonesia. Sayangnya, komoditas tersebut belum mampu membawa Kawasan Timur Indonesia sebagai kawasan yang maju.

Perkembangan yang ada menunjukkan bahwa Kawasan Timur Indonesia masih menjadi kawasan yang tertinggal dibandingkan Kawasan Barat Indonesia. Hal ini terbukti dari data 10 provinsi miskin di Indonesia, hampir sebagian lebih berada di wilayah Indonesia bagian Timur. Provinsi tersebut di antaranya Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Berdasarkan data Badan Pembangunan Nasional di wilayah Nusa Tenggara Share PDRB hanya sebesar 1,26 %, jauh lebih kecil jika dibandingnkan dengan Share PDRB 33 Provinsi di Kawasan Barat Indonesia. Sementara itu, di wilayah Papua hanya sebesar 1,79%.
Kesenjangan antara Kawasan Timur Indonesia dan Kawasan Barat Indonesia ini cenderung semakin melebar, meskipun pembangunan dan pelayanan publik di Kawasan Timur Indonesia menunjukkan trade perkembangan yang posistif. Namun, hal tersebut belum dapat mendekatkan pencapaian Kawasan Barat Indonesia. Fakta ini menunjukkan relevensi yang kontras dengan potensi alam yang ada di Kawasan Timur Indonesia.

Potensi alam yang melimpah dirasa belum mampu meningkatan taraf Kawasan Timur Indonesia. Berdasarkan sektornya, posisi KTI relatif menonjol pada sektor pertambangan dan galian. Pada tahun 2012, KTI menyumbang sebesar 14,29% pendapatan nasional. Namun, kontribusi KTI dalam sumbangsih sektor sekunder dan tersier masih sangat kecil dibandingkan Kawasan Barat Indonesia. Sementara itu, kawasan Barat Indonesia cenderung memiliki potensi alam yang lebih sedikit. Akan tetapi, optimalisasi dalam perkembangan Iptek dan kemajuan sumber daya manusia yang ada mendukung perkembangan KBI mencapai pergerakan yang cukup signifikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa fasilitas dan kelengkapan infrastruktur di Kawasan Barat Indonesia turut menjadi faktor pendukung kemajuan wilayah. Tidak hanya itu, jalur perdagangan darat yang ada di KBI pun berperan penting sebagai jantung utama perekonomian kawasan tersebut.

Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia mencanangkan program Nawacita yang salah satunya adalah “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan”. Peletakan dasar-dasar pembangunan dengan kebijakan desentralisasi asimetris. Pembenahan terhadap daerah yang kapasistas.

pemerinntahannya belum cukup memadai, dalam memberikan pelayanan publik untuk mendukung terciptanya pembangunan ekonomi. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan kawasan otonomi daerah yang berorientasi kesejahteraan.
Sayangnya, perkembangan dunia selalu lebih cepat dari prediksi. Selalu lebih maju dibandingkan asumsi-asumsi para ahli. Mengapa? Itu dikarenakan peran serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Iptek sebagai wujud kontribusi jangka panjang. Upaya kecil yang dapat dilakukan untuk pembangunan kawasan pinggiran Indonesia adalah dengan pengoptimalan penanaman pendidikan iptek yang implementatif.

Pendidikan Iptek sebagai solusi strategis menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menunjang terwujudnya ekonomi yang setara. Jika pembangunan ekonomi tidak dibarengi degan pendidikan iptek, maka dapat memicu munculnya ketimpangan pada sektor pendidikan dan sumber daya manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu hal yang menyebabkan KBI jauh lebih maju dibandingkan dengan KTI adalah karena fasilitas pendidikan yang adadi sana sudah tercukupi dan distribusi pendidikan juga merata.

Ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh besar bagi perkembangan kawasan. Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan suatu daerah dalam rangka mewujudkan daya saing bangsa. Pendidikian mengenai iptek sangat penting karena bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam penelitian, pengembangan, dan meningkatkan produktivitas masyarakat serta menciptakan inovasi-inovasi di berbagai sektor produksi yang dapat meningkatkan kapabilitas sumber daya manusianya.


PENDIDIKAN DAN SDM DI KAWASN TIMUR INDONESIA

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (UU RI No.2 Tahun 1989 Bab 1 pasal 1). Pendidikan juga berperan sebagai bagian integral dalam pembangunan. Menciptakan kesejahteraan dan kesetaraan tidak terlepas dari peran serta pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa pengaruh pada perubahan aspek model pembelajaran yang moderen. Jika di kawasan Timur Indonesia tetap mempertahankan model pendidikan yang berorientasi pada kearifan lokal saja, dikhawatirkan kawasan Timur Indonesia semakin lamban dan tidak mampu berperan dalam persaingan global.

Secara umum ada tiga permasalahan mendasar yang dihadapi dalam mengembangkan iptek. Pertama, adalah kemampuan research and development. Kemampuan ini memberikan berbagai solusi penyelesaian terkait terbatasnya sumber daya iptek. Kedua, permasalahan terletak pada sisi pengguna dalam menyerap teknologi baru yang tersedia. Perlu adanya pendidikan yang mendukung sinergitas antara kebutuhan wilayah regional mengenai ilmu pengetahuan dengan development future. Permasalahan yang ketiga adalah belum terbangunnya integrasi antara penyedia dan pengguna iptek. Permasalahan tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika akan mengembangkan iptek.

Berdasarkan data perbandingan komposisi sektoral antar pulau besar di Indonesia pada tahun 2012, menunjukan bahwa perkembangan fasilitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dominan di Kawasan Barat Indonesia. Perkembangan terbesar yaitu pulau Jawa dan Bali sebesar 70%. Disusul Pulau Sumatara sebesar 15%. Sementara itu, di Kawasan Timur Indonesia seperti, Sulawesi hanya sebesar 10%, Kalimantan sebesar 3%, dan Kawasan Ujung hanya sebesar 2%. Data ini menjadi gambaran seberapa besar ketimpangan yang ada pada KBI dan KTI.

Kualitas sumber daya manusia di Kawasan Timur Indonesia menjadi salah satu isu pokok dalam pembangunan nasional. Laporan indeks pembangunan manusia pada tahun 2015, memperlihatkan bahwa kesenjangan pembangunan antara KBI dan KTI masih tinggi. Hal ini disebabkan karena adanya ketimpangan infrastruktur sebagai fasilitas akses masyarakat. Percepatan pembangunan di KTI akan lebih baik untuk mengedepankan pengembangan potensi ekonomi daerah, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di mana keduanya yang oleh kelembagaan dan ketersediaan infrastruktur pelayanan.

Investasi di bidang pendidikan adalah syarat baku untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kawasan Timur Indonesia untuk menyongsong Nawacita. Melalui pendidikan berbasis iptek, sebagai pijakan awal dan tolok ukur pembangunan KTI. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif, dan efisien.


RESEARCH CENTER SCHOOL

Di era global seperti saat ini, sudah saatnya Kawasan Timur Indonesia menciptakan konsep pendidikan yang berorientasi pembangunan berkelanjutan. Pendidikan yang tetap menghargai kearifan lokal namun mampu bersaing dengan Kawasan Barat Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja di Kawasan Timur Indonesia.

Research Center School digambarkan sebagai sebuah kompleks pendidikan yang terdiri dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan percepatan perbaikan kualitas sumber daya manusia di Kawasan Timur Indonesia. Research center school mengedepankan pendidikan berbasis Iptek dan riset. Konsep pendidikan yang ditawarkan lebih mengedepankan praktik lapangan dibandingkan menghafalkan teori-teori layaknya sekolah umum di Indonesia.

Potret pendidikan di Indonesia masih diwarnai dengan permainan politik dari stekholder kepemerintahan. Salah satunya tergambar dalam penetapan kebijakan kurikulum pendidikan dasar yang selalu berubah-ubah. Hampir setiap masa pergantian kepemimpinan, maka kebijakan kurikulum pun turut berubah. Hal ini mengakibatkan dibutuhkannya penyesuaian baru yang dilakukan oleh siswa lagi, lagi, dan lagi. Perubahan kurikurlum juga dapat menambah ketidakjelasan, arah tujuan pendidikan Indonesia yang ingin dicapai sebenarnya. Oleh sebab itu, di Reseach Center School memiliki kurikulum khusus yang dilaksanakan kurang lebih selama 15 tahun. Intensinya adalah mempersiapkan para cendikiawan muda sebagai pemegang kendali pembangunan ekonomi daerah sejak saat muda. Pemberlakuan kebijakannya, memperluas akses pendidikan bagi siswa lokal kawasan timur Indonesia. Memeperluas akses tersebut berupa, perluasan penerima beasiswa pendidikan dasar secara penuh.

Ketersediaan guru yang berkompeten dan berkomitmen tinggi turut memegang peranan penting dalam komponen pendidikan dasar. Guru menjadi akar optimalisasi sumber daya, sebab guru dapat mentransfer ilmu kepada para siswa. Oleh karena itu, kualitas guru pendidikan dasar harus terseleksi. Menilik pendidikan yang ada di Finlandia, di mana seorang guru minimal harus bergelar Master. Sementara di Singapura, proses seleksi guru dipilih dari 10% pelajar peringkat terbaik. Indonesia sesungguhnya juga telah memiliki putra-putri bangsa yang siap menjadi bibit kompeten untuk bekerja di bidang pendidikan. Tidak sedikit pula universitas ternama yang melahirkan mahasiswa-mahasiswa cemerlang yang akan mampu mendidik anak-anak di Kawasan Timur Indonesia. Pemerintah perlu untuk memberikan dukungan ini. Salah satunya adalah dengan memberikan jaminan sosial yang pasti serta insentif yang cukup baik, sehingga mampu menarik sumber daya pendidik untuk berkarya dibidang ini.

Tentunya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam hal ini sangat diperlukan. Pemerintah Daerah berperan sebagai penggagas pemetaan pelaksaan kegiatan di Reseach Center school. Sedangkan pemerintah pusat berperan sebagai pengawas dan penyedia alat serta media dalam pembangunan infrastruktur pendidikan. Kelancaran akses koordinasi antar lembaga akan mempermudah akselerasi pembangunan kawasan Timur Indonesia.

Research Center school dibangun sebagai salah bagian solusi penyelesaian dalam ketimpangan infrastruktur pendidikan di Kawasan Timur Indonesia. Tujuan pertama dari Research Center School adalah menciptakan Kawasan Timur Indonesia agar mampu bersaing dalam kemajuan pendidikan dengan Kawasan Barat Indonesia. Kedua, menciptakan effect multiplier dan mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik. Ketiga, memotivasi agar dapat terlibat dan berfikir mengenai peningkatan mutu dalam mensuskseskan pembangunan nasional melalui pendidikan, dan yang keempat bertujuan menciptakan pembangunan ekonomi berorientasi kesejahteraan melalui pendidikan berbasis iptek.


PENUTUP

Tidak dapat memungkiri, bahwa hubungan antara mutu sumber daya manusia dengan tingkat perekonomian sulit untuk dipisahkan. Keduanya seolah dua sisi mata uang yang berbeda tetapi tidak bisa untuk berpisah. Jika salah satu dari sisi itu menghilang, maka uang itu tidak akan bernilai dan berguna. Begitu pula dengan sumber daya manusia, dan perkonomian mereka secara bersama berjalan untuk mencapai satu puncak tertinggi yaitu kesejahteraan sosial.

Sebagai salah satu usaha dalam mensejajarkan ketimpangan perekonomian yang ada pada Kawasan Indonesia Barat dan Indonesia Timur adalah pengembangan sumber daya manusia sebagai motor utama dalam kemajuan suatu kawasan. Sumber daya manusia mempunyai andil yang sangat besar dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa. Research merupakan serangkaian kegiatan yang memiliki tujuan untuk memperoleh informasi atau data yang akan digunakan untuk memecahkan dan memberikan solusi terhadap suatu permasalahan. Iptek merupakan dua unsur penting yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan karena merupakan perkembangan peradaban dan kemajuan suatu kawasan bahkan negara. Melalui Research Center School yang akan dikembangkan di Kawasan Indonesia Timur akan tercipta kegiatan riset, baik riset dasar maupun riset terapan dengan tujuan meningkatkan pendidikan pelatihan, pengembangan Iptek dan inovasi kesiapan sumber daya manusia menghadapi teknologi untuk memperkecil ketimpangan perekonomian antara KTI dan KBI.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RESEARCH CENTER SCHOOL: SOLUSI MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MELALUI OPTIMALISASI SUMBER DAYA MANUSIA DI KAWASAN TIMUR INDONESIA GUNA MENDUKUNG NAWACITA"

Posting Komentar