Mempertanyakan Kerja Aktivis Mahasiswa Untidar

Oleh: Luqman Khakim (Perpustakaan Jalanan Blora)


Makna aktivisme mahasiswa semakin tereduksi oleh popularitas. Melihat kerja aktivis mahasiswa sekarang tak lebih hanya melihat mahasiswa narsis yang mengejar kepopularitas belaka. Aku sangat yakin mereka yang berkecimpung dalam organ-organ mahasiswa hanya sekelompok mahasiswa yang  hanya ingin menambah followers sosmed mereka. Munafik dan menjijikan. Mahasiswa yang hanya garang dihadapan Maba ketika agenda ospek dimulai, tetapi bersikap seperti keledai ketika melihat penindasan.

Pemahaman tentang pergerakan pun masih serampangan. Pernahkah kakak-kakak aktivis kampus Untidar tercinta membaca secara ketat sejarah pergerakan mahasiswa dari masa revolusi, 65, 98, dan sekarang? Lalu merumuskan arah pergerakan mahasiswa hari ini sebagai acuan  yang telah disesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman?

Dirasa sangatlah perlu mempertanyakan kerja aktivis mahasiswa Untidar.
Sudahkah sekretariat organ mahasiswa saat ini penuh dengan pertikaian gagasan atau ide? Seberapa banyak buku yang sudah dibaca? Atau berapa banyak tulisan yang sudah kalian lahirkan? Seberapa rutin diskusi yang sudah kalian selenggarakan? Jangan bilang kalian asing dengan aktifitas tersebut? Jika iya, kalian sangat memalukan.

Seberapa peka kalian? Se-peka apa kalian terhadap keboborkan yang terjadi dilingkungan sekitar baik kampus maupun negara? Se-peka apa kalian terhadap penindasan yang terjadi? Seberapa beranikah kalian? Berani menyatakan ide dan gagasan kalian? Berani membuat pembaruan dalam lingkungan kampus? Berani meng-adu idealisme kalian dengan dosen yang pragmatis? Berani meninggalakan kenyamanan dan membela mereka yang sengsara?

Seberapa sering kalian resah? Selalu resah setelah rampung membaca buku? Selalu resah setiap kali melihat keculasan? Selalu resah setiap melihat penindasan?

Akhir-akhir ini dinamika sosial yang terjadi sangat carut-marut. Reformasi dikorupsi, KPK dilemahkan, Korupsi didukung, Papua ditindas, Petani digusur, Buruh diperas, privasi terancam, investor dipermudah, dan kepentingan rakyat dipersulit. 

Melihat fenomena kekacauan yang dilakukan Presiden dan DPR melalui RKUHP, apalah BEM KM UNTIDAR dengan responsif merespon isu tersebut?

Sepertinya Badan Event Mahasiswa Untidar tidak memiliki daya tawar apapun dalam gejolak yang terjadi saat ini. BEM KM tidak memiliki sikap sendiri, mereka bergerak baru setelah teman-teman mahasiswa Jogja bergerak dalam aksi #GejayanMemanggil. Itupun mereka cuma ngikut secara mendadak saja. Pertanyaannya kenapa tidak bikin aksi sendiri di Kota sendiri? Isu ini sebenarnya sudah terjadi beberapa hari. Di hari-hari sebelumnya sudahkah BEM KM Untidar tercinta mengajak mahasiswa Untidar merespon isu tersebut?

Jawabannya sama sekali tidak. Sebelumnya mereka sangat acuh tak acuh terhadap isu tersebut, padahal isu tersebut merupakan isu genting. Melihat isu segenting itu dan sikap mereka yang tidak peduli sama sekali, tidak mungkin bisa berharap lagi kepasa BEM KM Untidar untuk menginisiasi aksi sendiri di Kota Magelang.

Berpikir saja malas apalagi menciptakan aksi. Tidak ada yang bisa diharapkan dari BEM KM semacam itu. Melihat mereka hanyalah melihat mahasiwa kekanak-kanakan yang sedang bermain aktivis-aktivisian.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mempertanyakan Kerja Aktivis Mahasiswa Untidar"

Posting Komentar