BIJAK DAN CERDAS DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL DI TENGAH ERA LITERASI DAN INFORMASI

Oleh: Muhammad Arif Hidayatulloh (Mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Diponegoro)





Perkembangan teknologi komunikasi di era kini sangatlah pesat. Teknologi komunikasi yang diiringi dengan kehadiran media massa juga telah memberi banyak perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Saat di mana kita hidup sekarang ini dapat dikatakan sebagai era digital. Dalam era digital semacam ini dunia berada dalam genggaman kita. Sekalipun kita hanya berada pada satu tempat dan satu waktu, namun kita dapat memantau keadaan di seluruh dunia, bahkan kita dihubungkan melalui media sosial dengan semua orang. 

Kita juga tidak dapat membendung arus informasi yang mengalir begitu deras, tidak hanya melalui media massa, namun juga melalui media sosial. Media sosial saat ini tidak hanya dipandang sebagai ajang bersosialisasi di dunia maya semata, namun sudah berkembang menjadi ajang menuangkan ide-ide dalam pribadi seseorang yang berkaitan dengan banyak aspek serta membagikannya kepada orang lain. Bila kita mencermati fenomena yang terjadi di media sosial, kita akan dibuat tercengang. Bagaimana tidak, media sosial sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan generasi digital saat ini.

Pengaruh media sosial digunakan untuk mempengaruhi opini-opini publik yang menggunakan media sosial tersebut. Banyak berita-berita beredar di media sosial. Namun yang menjadi masalah adalah ketika media sosial disalahgunakan sebagai ajang propaganda negatif untuk suatu kepentingan tertentu. Perkembangan teknologi komunikasi ponsel yang makin canggih ini juga diikuti dengan makin mudahnya seseorang mengakses informasi, baik berita, hiburan, media sosial dan lainnya. 

Hal ini tidak terlepas dari mudahnya mengakses internet melalui ponsel cerdas atau smartphone. Dalam melakukan aktivitas komunikasi melalui Internet, seseorang memanfaatkan jaringan yang saling terhubung antara satu perangkat dengan perangkat lainnya. Internet yang saat ini dengan mudahnya diakses melalui ponsel cerdas atau smartphone sering kali membuat seseorang menjadi ketagihan sehingga tidak mengenal waktu untuk mengaksesnya. Hal-hal yang tidak menyenangkan dari kemudahan mengakses Internet ini yang menjadikan literasi media menjadi suatu hal yang penting. Karena mau tidak mau, pengakses berita yang harus diedukasi untuk dapat memanfaatkan internet denganbaik.

Literasi media dapat dikatakan sebagai suatu proses mengakses, menganalisis secara kritis pesan media, dan menciptakan pesan menggunakan alat media (Hobbs, 1996). Rubin (1998) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi media adalah pemahaman sumber, teknologi komunikasi, kode yang digunakan, pesan yang dihasilkan, seleksi, interpretasi, dan dampak dari pesan tersebut. Maka dapat dikatakan bahwa adanya Internet atau media baru ini membuat pola komunikasi manusia berubah. Seseorang tidak hanya berada di posisi sebagai konsumen media tetapi juga dapat menjadi sebagai produsennya.

Adanya asumsi bahwa Internet saat ini dapat dengan mudah diakses melalui ponsel pintar atau smartphone pada dasarnya adalah media yang netral, maka manusia sebagai pengguna yang dapat menentukan tujuan media tersebut digunakan dan manfaat yang dapat diambil. Berdasarkan asumsi tersebut, maka pendidikan media dan pemahaman akan penggunaannya menjadi suatu hal yang penting bagi semua orang. Terutama, dalam penelitian ini adalah para mahasiswa yang kerap menggunakan Internet untuk mencari beragam informasi untuk menunjang pendidikannya. Pemahaman dan penggunaan media ini disebut literasi media Internet. 

Kemampuan literasi media, khususnya media internet, wajib dimiliki para mahasiswa jika tidak ingin tertinggal dan menjadi asing di antara lingkungan yang sudah diterpa arus informasi digital. Diharapkan, literasi media para mahasiswa akan penggunaan media Internet dapat mengurangi efek buruk dari penggunaan media tersebut dan juga informasi yang tidak dapat dipungkiri merembet pada hal negatif seperti: konsumerisme, budaya kekerasan, budaya ngintip pribadi orang, bahkan kematangan seksual lebih cepat terjadi pada usia anak-anak (Rahmi, 2013). Oleh karena itu setiap orang diharapkan dapat dengan bijak menggunakan media Internet untuk menambah dan memperluas wawasannya, bukan sekadar media hiburan untuk mengakses online game dan hal lainnya.

Menurut Bundy (2002) dalam Setyowati (2012), literasi informasi diutarakan pertama kali oleh Zurkowsky pada 1974. Zurkowsky menyatakan tentang perlunya kemampuan seseorang dalam menggunakan alat-alat bantu pencarian informasi dan sumber-sumber informasi primer untuk memecahkan masalah. Berikut beberapa definisi literasi informasi: “Information literacy is a set of abilities requiring individuals to recognize when information is needed and have the ability to locate, wvaluate, and use effectively the needed information” (American Library Association, 1989).

Menurut Bruce (2003), literasi informasi adalah: 1) the use of information technology, 2) the use of information sources, 3) executing a process, 4) controlling information for retrieval, 5) gaining knowledge, 6) extending knowledge, and 7) gaining wisdom.Sementara Webber (2010) menyatakan bahwa”literacy is the adoption of appropriate information behaviorto identify through whatever channel or medium, information fitted to information needs, leading to wise and ethical use of information in society”.

Berdasarkan definisi-definisi dari literasi informasi yang telah diungkapkan sebelumnya, maka dapat diambil suatu pengertian bahwa literasi informasi adalah seperangkat keterampilan untuk mengetahui kapan informasi dibutuhkan, mampu menemukan informasi, mengevaluasi informasi dan menggunakan informasi yang telah ditemukan (Setyowati, 2012:234).

a. Bothma et.al (2009) dalam Setyowati (2012) menyimpulkan bahwa makna dari literasi informasi atau melek informasi adalah sebagai berikut: Dibutuhkan keterampilan dan kemampuan spesifik untuk menguasai literasi informasi. Seorang yang melek informasi harus dapat memperlihatkan kemampuan dalam beberapa aspek yang berkaitan dengan perilaku literasi informasi, misalnya dalam mencari dan dalam mengevaluasi informasi.

a.  Kesadaran seseorang bahwa ia membutuhkan informasi merupakan hal pertama yang melandasi keseluruhan perilaku literasi informasi. Kebutuhan informasi ini tidak terbatas untuk kepentingan akademis semata, namun untuk semua hal yang berkaitan dengan pembuatan keputusan ataupun dalam penyelesaian tugas, baik tugas akademik sebagai pelajar, tugas sebagai peneliti maupun kewajiban lain dalam pekerjaan.
  
b.   Melek informasi juga berarti bahwa seseorang harus mampu menemukan informsi yang dibutuhkan. Ini merupakan proses yang membutuhkan tidak saja pengetahuan akan keberadaan sumber-sumber informasi, namun juga kecerdasan dalam menggunakan strategi pencarian informasi yang sistematis.

c.   Melek informasi juga berarti bahwa seseorang mampu bersifat selektif terhadap semua sumber informasi. Hal ini karena tidak semua sumber informasi berguna atau sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian diperlukan keahlian untuk mengevaluasi sumber informasi dengan cermat, dan hanya menggunakan sumber-sumber yang relevan. Tidak hanya itu saja, ia juga menyadari hal-hal yang berkaitan dengan aspek hukum dalam pemanfaatan informasi, sehingga ia bisa menggunakan informasi secara bertanggung jawab, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

d.   Melek informasi juga berati bahwa seseorang dapat dengan tepat dan jelas menetapkan bagaimana ia akan memanfaatkan informasi untuk menyelesaikan tugasnya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BIJAK DAN CERDAS DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL DI TENGAH ERA LITERASI DAN INFORMASI"

Posting Komentar