(Wawancara) Kilas Balik Pusat Studi Kerakyatan Untidar, Fiktif atau Tidak?

Oleh: Krisnaldo Triguswinri (Redaktur Terinews)


Sejak awal kemunculannya Pusat Studi Kerakyatan yang diinisiasi oleh Siam Khoirul Bahri dan berapa mahasiswa Fisip tidak kunjung menampakkan eksistensinya. Sejak agenda pendeklarasian PSK-U pada tahun 2017, hingga 2019 komunitas akademik ini macet dan mangkrak. Artinya, semangat pertama Siam yang merumuskan konsep dan fungai PSK-U tidak berjalan signifikan. Dibuktikan dengan tidak pernahnya PSK-U menyelenggarakan kegiatan apapun selama 3 tahun ini.

Belakangan Siam berkeinginan untuk mengaktifkan ulang PSK-U sebagai upaya untuk menyelesaikan pertanggung jawaban moral-nya sebagai aktivis sosial sekaligus pendiri pertama PSK-U. Tulisan ini adalah reportase dan atau kilas balik yang saya tulis tahun 2016 ketika mewawancarai Siam untuk merangkum cita-cita utopisnya sebagai orang yang paling bersemangat ketika hari-hari 2017 yang ia manfaatkan untuk merancang proyek usang dan fiktif ini.

***
Barangkali benar bahwa peran keterlibatan mahasiswa dalam persoalan kemasyarakatan khususnya di Magelang sangat terbatas. Rendahnya kesadaran atas identitas sosial mahasiswa yang sebenarnya mengemban tanggung jawab sosial kemasyarakatan, ternyata tidak mampu mereka akomodir dengan turun langsung (turba) terlibat dalam ruang-ruang kemasyarakatan. Sehingga, mahasiswa tidak mampu memahami permasalahan yang seyogyanya dieluhkan oleh mereka yang berada di luar pagar universitas. Kendati sadar bahwa mahasiswa adalah aktor intlektual dan mendapatkan tempat istimewa sebagai kaum terpendidik, ternyata belum mampu menggunakan idealisme, daya kritis, samapai pada implementasi praksis atas keilmuan dan penguasaan teknologi yang menjadi kelebihan atas apa yang mereka miliki.


Siam Khoirul Bahri mencoba menafikan banyak mitos kemahasiswaan yang selama ini digaungkan oleh banyak aktor intlektual dalam wilayah kemahasiswaan di kampus tempat ia berproses berpendidikan. Hal ini dibuktikan dengan upaya inisiasi Pusat Study Kerakyatan yang sebentar lagi akan segera ia rilis. Siam bergegas mengambil peranan sebagai angkatan muda dengan semangat menyala-nyala untuk giat melanjutkan penghancuran mitos tentang benar atau tidaknya mitos mahsiswa sebagai motor pembangunan masyarakat.
Berikut adalah transkrip wawancara Krisnaldo Triguswinri bersama Siam Khoirul Bahri tentang inisiatif pembentukan Pusat Study Kerakyatan sebagai wadah litrasi sosial budaya dan pengabdian masyarakat.


KT: Mungkin bisa dijelaskan, apa itu Pusat Study Kerakyatan?
SKB: Pusat study kerakyatan adalah wadah yang menjadi tempat bagi para mahasiswa, khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik nantinya, untuk kajian litrasi sosial budaya, dan pengabdian masyarakat. di mana nantinya, Pusat Study Kerakyatan itu mampu menjadi ruang alternatif guna pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Kemudian, mejadi ruang pengembangan diri para mahasiswa.
KT: apa alasan anda membentuk Pusat Study Kerakyatan?
SKB: berawal dari kemirisan atas fenomena apatisme mahasiswa yang dapat dikategorikan mengalami stagnansi. Artinya, relatif tidak mengalami kemajuan yang secara signifikan terlihat kepermukaan. dengan ini harapanya, Pusat Study Kerakyatan mampu memberikan kontribusi terhadap perubahan dalam kaitanya turut membantu proses aktualisasi para mahasiswsa. Pun, membantu para mahasiswa untuk mengembangkan potensi dirinya. Sehingga, para mahasiswa tidak hanya berproses dalam ruang-ruang kelas saja. Namun mampu berkontribusi secara langsung di lapangan tempat masyarakat tinggal.
KT: seperti apa Visi dan Misi Pusat Study Kerakyatan?
SKB: ingin menjadikan wadah litrasi sosial budaya yang berbasis riset kerakyatan sebagai bentuk pengabdian alternatif guna pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Dan adapun Misinya, yang pertama, sebagai wadah aktualisasi mahasiswa yang harapanya nanti berkelanjutan. Kedua, menumbuhkan sikap kritis mahasiswa. Ketiga, mewujudkan anggota yang gemar membaca, menganalisis, menulis, serta mengabdikan diri pada masyarakat. keempat, mewujudkan media alternatif mahasiswa dalam menjembatani permasalahan sosial. Kelima, mengawasi irasionalitas yang terjadi pada lingkungan pengambil kebijakan.
KT: tentu di dalam Visi dan Misi ini menghasilkan luaran berupa manfaat. Mungkin bisa dijelaskan manfaat, atau setidaknya dampak seperti apa yang akan dihasilkan dengan adanya Pusat Study Kerakyataan ini?
SKB: harapannya dengan adanya Pusat Study Kerakyatan ini kita bisa menjadikannya sebagai suatu pembelajaran bagi mahasiswa dalam mempelajari kiat-kiat pengkajian serta menanggapi permasalahan sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Dan selanjunya, bermanfaat bagi lembaga maupun individu. Setelahnya, dapat menciptakan dinamisme akademis mahasiswa, membangunkan jiwa kritis mahasiswa untuk giat menggunakan daya kritis sebagai medium dan stimulan dalam hal produktifitas.
KT: faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi inisitif pembentukan Pusat Study Kerakyatan?
SKB: yang paling pokok alasan mengapa saya membentuk ini. Jelas saya ingin memberikan bentuk praksis dari keilmuan yang saya pelajari, yang mana administrator adalah orang yang bisa mengorganisir lingkungannya, yang bisa memberikan sumbangsi pemikirannya, lalu mengabdi.
KT: yang paling menarik dari argumentasi anda tadi adalah, anda berkeinginan mengabdikan diri pada masyarakat. ada apa dengan mahasiswa hari ini? Bukankah mahasiswa memiliki moral sosial untuk senantiasa mengabdikan diri pada masyarakat?
SKB: saya melihat kecendrungan mahasiswa pada saat ini memiliki batasan tersendiri dalam ruang lingkup lingkungan sosialnya. Mereka seolah mengagungkan pelabelan sebagai seorang mahasiswa. Tetapi mereka melupakan peran penting untuk terlibat dalam masyarakat. saya ingin menghilangkan batasan itu. Karena adanya mahasiswa pun nantinya untuk kembali pada masyarakat.
KT: apa harapan anda untuk Pusat Study Kerakyatan ini?

SKB: tentu saya berkeinginan Pusat Study Kerakyatan ini dapat berkontribusi nyata terhadap persoalan kerakyatan, semoga Pusat Study Kerakyatan berjalan mulus tanpa hambatan dan panjang umur, sebenarnya, saya hanya takut pada konsistensi yang relatif belum stabil.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "(Wawancara) Kilas Balik Pusat Studi Kerakyatan Untidar, Fiktif atau Tidak?"

Posting Komentar