Sustainable Agriculture: Membuat Pengetahuan Manusia juga Berkelanjutan

Oleh: Mariachi Phalevi (Seorang Pribumi)



(Tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh Mahasiswa Fakultas Pertanian, terkhusus di Universitas Tidar.)

Orang Bugis-Makassar yang apabila dipercaya dan diberi amanah dia akan pertanggungjawabkan sepenuhnya jiwa dan raga. – Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian Indonesia 2019-2024)

“Mlebu Pertanian arep ngopo koe? Meh macul kok ndadak sinau”

Kamu mau jadi Petani? Why not? Banyaknya statement tentang masa depan mahasiswa yang masuk di lini Fakultas Pertanian menjadikan saya mengetahui sebuah ironi tentang pola pikir yang tidak cerdas dari orang-orang yang mengatakannya. Makane ra moco cerita KKN desa Penari wae.

Bila menurut KBBI, pertanian memang memiliki definisi mengusahakan tanah dengan tanam-menanam, maka dari itu saya akan membuka pemikiran pembaca untuk mengetahui lebih luas tentang pertanian di Indonesia yang menjadi salah satu kabinet di masa pemerintahan 2019-2024.

Pertanian tidak hanya terfokus pada tanam menanam tumbuhan padi saja, namun pada kenyataannya terdapat banyak sekali cabang di dalam sektor pertanian ini sendiri. Untidar sendiri memiliki program studi Agroteknologi, Peternakan, dan Akuakultur. 

Tentunya sektor pertanian tidak hanya tiga hal itu, bahwa masih ada sektor lainnya seperti agribisnis, kehutanan, dan lainnya. Artinya, pertanian disini adalah kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup yaitu tanaman dan hewan untuk keberlangsungan hidup manusia.

Pada saat saya masih menjadi seorang content writer bagi sebuah website tentang pupuk, saya mendapatkan satu kata yang akan menjadi perhatian utama saya nantinya, yaitu sustainable atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti yaitu berkelanjutan. Sebuah fakta yang saya dapatkan waktu itu ialah ketika jaman Soeharto menjadi presiden, kala itu beliau menggemborkan penanaman intensif dalam produksi hasil pangan dengan tidak memperhatikan kesehatan tanah yang menjadi media tanamnya.

Sehingga penggunaan pupuk kimia yang sangat berlebihan waktu itu memiliki efek membuat hasil panen melimpah dan meningkatkan ekspor produk, namun merusak unsur hara didalam tanah yang menjadikan tanah tidak dapat ditanami secara berkelanjutan. Memang benar bahwa penanaman berkelanjutan tidak menghasilkan panen sebanyak penanaman intensif yang hasilnya banyak diekspor, tetapi ketika tanah rusak dan tak bisa ditanami maka darimana kita dapat menghasilkan hasil pangan?

Menteri Pertanian SYL(Syahrul Yasin Limpo) memiliki trek record yang baik selama berkarya di Indonesia, dan ini pun membuat SYL dipercaya oleh Presiden sebagai Menteri Pertanian. SYL menekankan untuk mengurangi food waste dan food loss yang terjadi di masyarakat Indonesia dengan mengedepankan produk lokal di Indonesia sendiri.

SYL melakukan banyak sekali sinergitas kepada Menteri lain agar tidak terjadi ego sektoral antara kementrian yang ada. Dalam pidatonya pada Pembukaan Hari Pangan Sedunia ke 39 di Konawe Selatan Sulawesi, SYL berharap para gubernur, bupati, bahkan partai politik yang ada untuk memiliki cara pandang yang baik untuk memajukan pertanian. 

Beliau berkata bahwa masalah pertanian adalah masalah perut, dan pertahanan pangan menyangkut pertahanan negara. Untuk semua pihak pemangku jabatan di Indonesia SYL mengharapkan banyak perhatian dalam sektor pertanian agar memajukan pertanian di Indonesia.

Banyaknya konflik agraria yang terjadi pun disoroti oleh SYL dengan menekankan Satu Data Pertanian yang berisi banyak upaya untuk pengendalian alih fungsi lahan sehingga antara pemerintah pusat dan daerah terjadi kolaborasi dalam mempertahankan dan menjaga lahan pertanian.

Kementrian Pertanian memang sudah seharusnya memberikan banyak wawasan kepada rakyat Indonesia dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Melihat akun Instagram @kementrianpertanian yang berwarna-warni dengan pengetahuan dalam ranah pertanian, banyak sekali edukasi yang bisa kita dapatkan. Hashtag yang digunakan adalah #PetaniMilenial untuk mengajak generasi muda peduli pada sektor pertanian.

Banyak sekali prestasi oleh anak bangsa dalam sektor pertanian ini. Saya sangat menggemari minum kopi, tanpa mengetahui bahwa jenis Kintamani yang dapat membuat saya membayangkan Jeruk Bali dan Gunung Halu yang sering saya minum sambil membayangkan hutan belantara di Jawa Barat, dua jenis itu ternyata ada di jajaran pemenang AVPA(Agency for the Valorization of the Agricultural Products) pada tahun 2019, bersama dengan 21 nama kopi asal Indonesia lainnya.

Melalui Instagram, sebuah media yang hampir semua rakyat Indonesia berselancar didalamnya, Kementan banyak mengenalkan tentang teknologi dan hortikultura di dalam pertanian. Contohnya adalah tentang Refugia. Tanaman Refugia adalah tanaman yang berfungsi untuk pelindung bagi tanaman utama. Refugia adalah habitat bagi para musuh alami tanaman (bisa serangga atau parasit).

Contoh dari Refugia adalah bunga matahari, bunga kertas, kenikir, kacang panjang, oyong, bayam. Refugia memiliki warna dan bunga yang mencolok atau mudah ditanam dan ditumbuhkan. Refugia ditanam sebelum tanaman utama agar fungsinya sebagai trap crop dapat tercapai sehingga tanaman utama terlindungi dari hama atau parasit.

Terdapat terobosan baru juga dari Kementan yang akhirnya memiliki solusi permasalahan tentang bawang merah. Bawang merah pada umumnya ditanam secara vegetatif dengan benihnya yaitu umbi. Umbi sendiri memiliki kelemahan tidak tahan lama bila disimpan, sehingga terkadang ibu pembaca, atau para perempuan menemukan bawang merah di pasar sedang langka atau harganya mahal. Maka dari itu Kementrian Pertanian memiliki alternatif teknologi yang dikembangkan dan berpotensial dalam mengatasi penanaman bawang merah di Indonesia menggunakan sistem TSS(True Shallot Seed). Dilansir dari website Badan Litbang Pertanian, TSS dapat meningkatkan hasil umbi bawang merah 2 kali lipat dan memiliki daya simpan lebih lama dibanding umbinya.

Belum lama ini ketika mengunjungi Kota Lama Semarang, saya menemukan sebuah bangunan yang bertuliskan PT Perkebunan XV. Setelah membaca banyak artikel dari sumber terpercaya, BUMN memiliki perusahaan yang bergerak di bidang pertanian yaitu PTPN(Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara). Mulanya terdapat 15 perusahaan yang menangani hasil panen, kemudian terjadi pemangkasan. Salah satu produk PTPN yang terkenal adalah Kopi Banaran. Pembaca pernah minum kopi disini?

Kopi Banaran telah berdiri sejak tahun 1911, dan merupakan tempat produksi, pengolahan sekaligus tempat penyajian produknya. Para pengunjung akan dapat melihat proses pengolahan kopi mulai dari penyortiran, pengupasan kulit, roasting, sampai menghaluskan biji menjadi bubuk. Pusatnya adalah di Bawen Semarang, dimana sudah banyak dibuka cabang lain di berbagai kota, salah satunya di Magelang sendiri.

Keberlangsungan Pertanian

Menanam padi tidak semudah memasak beras menjadi nasi, wahai para pembaca yang budiman. Bahwa terdapat hal seperti mengolah tanah, memupuk, menyiangi, dan pembibitan yang berstandar dalam menumbuhkan padi.

Belum lagi hitungan tentang musim dan jumlah air yang merendam padi harus 5cm agar tanaman dapat memproduksi bulir beras yang baik. Tak lupa hitungan kadar unsur hara tanah, yaitu zat N, P, dan K yang harus sesuai agar tanaman tumbuh dengan sehat. Pembahasan tentang masa sebelum tanam sampai dengan pasca panen, itu adalah hal penting yang dilakukan dalam sustainable agriculture atau penanaman berkelanjutan.

Pembaca pun harus mengerti bahwa di pasaran banyak beredar produk organik yang tidak organik. Ironisnya banyak sekali orang yang tidak mengetahui arti kata organik itu sendiri. Pun banyak produsen yang asal-asalan menamai produknya organik padahal menggunakan banyak bahan kimia. Organik adalah zat yang berasal dari makhluk hidup hewan atau tumbuhan. Seharusnya semua produk yang mengklaim kata organik adalah produk yang sama sekali tidak menggunakan bahan kimia sebagai pupuk dan pestisida. Nyatanya tak semua produk berlabel organik adalah benar-benar produk organik.

Bila pembaca sering mendengar kata ‘budidaya’, maka itulah yang dilakukan oleh mahasiswa prodi Agroteknologi. Menumbuhkan suatu tanaman baik tanaman hias ataupun tanaman pangan tidaklah semudah menumbuhkan rumput gajah yang hanya diletakkan bisa menyebar luas tanpa bantuan kita. Terdapat perlakuan-perlakuan khusus yang diberikan terhadap tanaman berdasarkan riset.

Perlakuan khusus yang dimaksud adalah tentang pemupukan, media tanam, jenis tanaman, serta keberlangsungan penanaman yang sustainable dengan hasil capai yang optimal. Sampai disini apakah pembaca masih ada yang menganggap bahwa petani itu bodoh dan mengatakan kepada temannya yang ada di Fakultas Pertanian bahwa mereka tak punya masa depan? 

SYL pernah mengatakan “Jangan pernah menyisakan makanan, apalagi membuangnya. Karena di balik pangan yang ada di hadapan kita, ada para pahlawan yang berjuang agar kita tak kelaparan.” Menurut saya, petani dan peternak di Indonesia adalah pahlawan bagi saya. Bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian adalah orang-orang yang jenius, dan harapan saya setelah lulus nantinya mereka akan tetap berada di jalur pertanian sebagai generasi muda yang menjadi tongkat penopang kebutuhan pangan di Indonesia.

We are living in America
America is wunderbar
We’re all living in America, America, America
Coca-cola, wunderbar
Coca-cola, sometimes War

Sepenggal lirik lagu dari band metal asal German yang terbentuk tahun 1994, Rammstein, dalam lagunya yang berjudul Amerika itu melakukan pengulangan dan penegasan tentang semua tempat yang adalah Amerika. Melihat video klipnya yang sangat menggambarkan invasi produk Amerika yang dijual di seluruh sudut, membuat saya setuju dengan perkataan SYL tentang food waste dan food loss, dan untuk lebih menghargai produk-produk dalam negeri.

Ucapan terimakasih terkhusus untuk Rizka Salma Ardiana dan Nurkhamid Riyanto, Mahasiswa Fakultas Pertanian yang telah berbagi ilmu dengan saya dan sebagai inspirasi saya dalam menulis artikel ini. Untuk semua mahasiswa Fakultas Pertanian, kalian keren. Tetaplah menjadi pahlawan bagi rakyat di Indonesia.

HIDUP PETANI INDONESIA!!!


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sustainable Agriculture: Membuat Pengetahuan Manusia juga Berkelanjutan"

Posting Komentar