Apa Yang Terjadi Jika Kasus George Floyd Tumpah di Indonesia?

Oleh: Muhammad Naufaldi (Mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiayah Magelang)


George Floyd merupakan seorang berkulit hitam, mendapatkan perlakuan yang  kurang baik oleh salah satu orang berkulit putih. Dengan cara yang tidak beradab dari polisi bernama Derek Chauvin, dimana George Floyd menghembuskan nafas terakhirnya ditangan polisi tersebut. Setelah video penangakapan George Floyd yang berakhir dengan kematian itu tersebar melalui twitter dan dilihat serta disebarkan beribuan kali, akhirnya muncul gerakan-gerakan melawan rasisme yang ada membara sangat cepat dan merambat hingga ke penjuru negara lain. Selain itu, keadilan yang tidak pernah tercipta membuat semakin membaranya perjuangan melawan rasisme. Bahkan, Sang Presiden pun mengancam dan merepresif serta akan mengambil alih setiap negara bagian dengan menerjunkan polisi dan tentara. Inikah bentuk Demokratis? Atau hanya sekedar semata saja dan seakan-akan demokratis.

Hampir selama sepekan warga Amerika bersama-sama berjuang melawan rasisme yang terjadi didalam negara itu, ditambah dengan tindak represif dari polisi dan tentara didalam unjuk rasa tersebut. Begitu pula banyak muncul video yang beredar kekerasan yang terjadi, tidak hanya pada pada kulit hitam ataupun kulit putih di dalam demonstrasi ini bahkan kesemana-menaan karena memiliki sebuah jabatan itulah yang melandasi seakan itu adalah tindakan heroik. Tetapi, malah yang terjadi semakin menyulutkan api membara yang seakan dituangkan bensin kembali. Disinilah persatuan itu muncul tanpa memandang warna kulit bahkan bentuk fisik, disinilah kesadara manusia dan manusia yang sadar akan kohesi sosial.

Sebelum kita masuk lebih dalam coba cari tau apa itu rasisme? rasisme merupakan suatu ideologi yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras tertentu lebih baik dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.

Tanpa disadari masih terjadi hal tersebut dalam masyarakat Indonesia. Negara yang sama yang menganut Demokrasi. "Dari rakyat, Untuk rakyat" begitu? Namun, dibarengi diskriminasi yang terjadi bentuk positif maupun negatif tetap sama saja itu tidak mencerminkan kita sebagai bunga di taman ibu pertiwi nan cantik dan indah ini.

Apa yang terjadi pada kasus rasisme di Amerika telah membuat kita begitu tergerak hatinya melawan rasisme itu sendiri, namun banyak orang lebih melirik keluar daripada didalam. Padahal didalam juga membutuhkan begitu banyak dukungan dan gerakan melawan rasisme itu sendiri. Kepada teman-teman semua yang telah sadar dengan ini saya ucapkan terimakasih, panjang umur perjuangan! Yang belum juga sadar, mari kita bersama-sama sadar untuk melawan rasisme, maupun diskriminasi positif. 

Disini kita juga adalah manusia memiliki setiap hal keajaiban masing-masing, "Keindahan yang menawan. Semenawan tanah tercinta kota papua" kata seorang kawan pena yang begitu jauh, kita bersapa dalam rangka mempererat persaudaraan kita. 

Mengingatkan kita dengan kejadian tahun lalu, yang mana terjadi aksi rasisme terhadap “Orang Papua Asli” di beberapa daerah seharusnya tidak terjadi. Dimana sangat disayangkan ucapan ini terlontar oleh seseorang (diduga Anggota TNI) yang karena perusakan bendera merah putih, yang belum tentu itu benar-benar dilakukan oleh seorang mahasiswa Papua itu sendiri. Merebaklah video itu dan tersebar melalui sosial media, hingga akhirnya tersulutkanlah “AGNI” memperjuangkan melawan rasisme dan munculah gerakan anti rasisme. Kesadaran akan pentingnya persatuan oleh orang yang “bukan Papua” merupakan bentuk rasa begitu sayangnya terhadap saudara-saudaranya di tanah air ini.

Perjuangan, mulai diluncurkan Agni-Agni membara telah terlepas keudara bersama angin yang riuh dan mempersiapkan untuk melawan. Perlawanan ini, akan semakin sengit dan meyakini akan adanya persamaan. Bahkan, jika melihat keadaan saat ini Papua seakan dijadikan anak tiri. Padahal dalam sila ke-tiga disebutkan "Persatuan Indonesia" namun memang benar perlu dipertanyakan kembali dengan hal tersebut. Apakah benar sila ke-tiga itu dipahami sesuai dengan apa yang terkandung didalam sila tersebut. 

Disinilah, kita diingatkan oleh George Floyd atas “Rasisme Itu Haruslah Dilawan”. Teruslah menerus melawan jika itu terjadi, karena keadilanlah yang membuat kita berjuang untuk melawan bersama.

Melalui beberapa musik yang didengar Tashoora-Sintas dengan lirik khas "lawan pandang-pandang yang merendahkan"  dan "Kita harus saling menguatkan". itulah yang menjadikan Agni kawan-kawan yang melawan rasisme, mereka bersatu pada menyalakan api bersama atas kesadaran dan bersih hati memperjuangkan niat baiknya karena mereka sadar "Kita Satu, dan Kita adalah Saudara". Kepada kawanku, "Sa, juga orang papua dan saya sayang dengan kalian." Melalui tulisan kecil ini, bentuk perjuangan dalam tulisan.











Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Yang Terjadi Jika Kasus George Floyd Tumpah di Indonesia?"

Posting Komentar